Selasa, 28 Maret 2017

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER



            Interaksi manusia dan komputer adalah rangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan
Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :


1.      Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.

2.      Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.

3.      Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.


            Terdapa beberapa panca indera yang digunakan dalam interaksi iniyaitu : Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara.  Sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya - rona, briteness, kontras - telinga mampu penginderaan array yang luas dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan, dan pitch. Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, atau gagasan abstrak. Paling sering, suara-sebagai-informasi ada sebagai pidato atau musik, dan memang ini akan terus di Internet. Audio konten juga umumnya dihasilkan oleh mesin untuk menyampaikan informasi, dan penggunaan ini juga akan terus di Internet.

                Dan untuk media yang digunakan dalam interaksi manusia dan komputer juga terbagi menjadi dua bagian. Antara lain :

1.      Media Tekstual
Adalah ”bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik”. Salah satu contoh antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalah readln dan writeln.

2.      Media GUI (Graphical User Interface)
Adalah ”bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif”. Contoh antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi dan lain-lain).

            Tujuan dari adanya interaksi ini tak lain ialah untukita memudahkan kita dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dan membuat waktu pengerjaan relatif singkat dengan biaya yang sedikit dalam membuat suatu pekerjaan.

sumber : http://www.noisebetweenstations.com/personal/essays/au

Sabtu, 05 November 2016

review buku Manajemen Proyek (konsep dan implementasi)


PENDAHULUAN
                Managemen proyek adalah dimana sebuah pekerjaan yang sudah kita tancang dan kita rencanakan sedemikian rupa agar dapat di bedakan dengan pekerjaan biasa. Maka dari itu kita harus tepat dalam penerapan suatu proyek dan kita juga harus memahami bagaimana manajemen proyek yang benar.

PEMBAHASAN
·         Siklus Hidup Proyek
                Konsep dari siklus hidup proyek seperti inisiasi proyek yaitu dimana bagaimana awal mula ide dari proyek itu muncul. Dalam sebuah siklus hidup proyek juga memiliki tahapan dalam pengerjaanya.  Pertama yang harus di lakukan yaitu riset dan pengembangan, pembuatan desain, pengenalan ke pasar, pertumbuhan, matang, penurunan sampai produk tersebut sampai tahap mati (selesai).

·         Organisasi Proyek
                Dalam organisasi proyek kita harus membuat suatu struktur organisasi yang dibedakan dari setiap pekerjaan dan keahlian. Dengan cara mengelompokan sesuai keahlian maka pekerjaan suatu proyek akan menjadi lebih efisien. Langkah ini membuat individu yang di khususkan di suatu bagian akan lebih fokus untuk menyelesaikan bagiannya dengan teliti dan benar. Hal ini juga mengurangi atau meminimalisir terjadinya sebuah kesalahan yang akan timbul pada suatu bagian.

·         Tim Proyek
                Tim Proyek adalah sebuah kelompok yang bertada dalam suatu proyek yang kemudian menjadi sebuah satu kesatuan. Dalam tim proyek harus ada satu orang yang memimpin untuk mengatur jalannya proyek tersebut, tim proyek juga harus memiliki pemimpin proyek yang memiliki peran sebagai integrator,komunikator, pembuat keputusan, dan agen perubah.

PENUTUP
                Daalam suatu proyek kita harus mengikuti aturan dan urutan menjalankan sebuah proyek dengan benar. Agar proyek yang kita jalankan selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan dan tepat waktu tentunya. Hal ini untuk menghidari terjadinya kelebihan biaya dan neminimalisir terjadinya kesalahan dalam menjalankan proyek.

Sabtu, 08 Oktober 2016

CONTOH JURNAL

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERUPA REKAM MEDIS BERBASIS ELEKTRONIK

PENDAHULUAN

Dengan perkembangan sistem informasi saat ini, semakin dibutuhkan penyajian informasi secara efisien dan cepat. Penyajian informasi dengan sistem komputer seharusnya sudah di terapkan untuk mengganti sistem manual. Beitu pula dengan pencatatan data pasien di suatu Rumah Sakit.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/1992 Rumah Sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk  pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian . Rumah sakit adalah salah satu layanan masyarakat yang sangat membutuhkan sistem informasi manajemen untuk mendata para pasiennya.
Rekam Medis ialah kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan sudah lalu yang ditulis oleh seorang praktisi yang mengobati si pasien.  Rekam medis ini bersifat rahasia, aman, dan berisi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun pada saat ini masih ada rumah sakit yang membuat rekam medis secara manual. Hal ini menyebabkan data rekam medis menjadi rangkap, sehingga rumahsakit kesulitan dalam penyediaan data rekam medis pada saat dibutuhkan.
Solusinya ialah dengan menerapkan Teknologi Informasi (TI) pada rumah sakit yaitu dengan membuat system informasi managemen berupa rekam medis berbasis komputerisasi atau elektronik. Rekam medik elektronik ialah catatan  rekam medik pasien   seumur  hidup  pasien  dalam  format  elektronik, yang  menyimpan data rekam medik pasien dengan susunan yang rapih. Ketika di butuhkan dan ingin di tambahkan maka pihak rumah sakit tidak akan kesulitan dalam menyediakan data tersebut. Rekam medik elektronik  bisa  diakses  dengan  komputer  dari  suatu  jaringan  dengan  tujuan  utama menyediakan  atau  meningkatkan  perawatan  serta  pelayanan  kesehatan  yang efesien  dan  terpadu

METODOLOGI

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Sedangkan metode penelitian analisis kualitatif dilakukan dengan cara pengumpulan informasi dengan menyebarkan kuisoner, melakukan observasi dan pengamatan, dan melakukan wawancara kepada para pasien serta orang-orang yang pernah mempelajari dan mengerti tentang rekam medis sehingga dapat memahami data aliran rekam medis yang sedang berlaku di rumah sakit serta dapat mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap  pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

HASIL dan PEMBAHASAN

Berdasarkan metode analis yang telah di jalankan maka  akan diketahui apa saja yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang terlibat. Serta aliran data rekam medis yang akan digunakan untuk membuat sistem informasi managemen (SIM) rumah sakit berupa rekam medis berbasis elektronik. Dari aliran data sederhana akan dibuatkan data rekam medik berbasis elektronik. Use-case terdiri dari sekumpulan skenario yang dilakukan oleh seorang aktor (orang,perangkat keras,urutan waktu atau sistem yang lain ). Sedangkan use-case diagram memfasilitasi komunikasi antara analis dan pengguna serta analis dan klien.
Pada Usecase Diagram ada 3 user yang dapat mengakses yaitu administrator, pelayan pendaftaran , serta dokter. Admin dapat mengelola data dokter, pasien, petugas pendaftaran, jenis layanan, jenis persalinan, kelola obat. Petugas pendaftaran dapat mengelola data pasien, data anak, dan proses pendaftaran pasien. Dokter dapat membuat rekam medis, melihat catatan rekam medis pasien dan membuat resep untuk pasien

KESIMPULAN

Dapat diambil kesimpulan bahwa membuat data rekam medik berbasis komputer akan membuat penyediaan dan pembuatan  akan berjalan dengan lancar,  cepat, dan efisien. Hal ini akan berdampak atas kepuasan pasien yang mendapatkan pelayanan yang efisien.