Rabu, 04 Oktober 2017

Pengertian Profesionalisme Dalam Bidang IT





                Pada perkembangan teknologi yang semakin pesat di zaman ini, menuntut kita untuk terus memahami dan menguasai teknologi informasi. Selain mempelajari kemajuan teknologi kita juga harus memperhatikan kode etik dalam IT. Dengan adanya kode etik akan mencegah perbuatan yang tidak profesional. Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri. Kode etik bukan merupakan kode yang kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan.
Profesional sendiri mempunyai arti seorang yang terampil, handal dan sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas (Profesinya).
                Seorang profesionalisme yang mengerti tentang apa yang dia kuasai akan semakin mempermudah pekerjaannya jika ditunjang dengan aspek teknologi, di pembahasan peran IT dalam profesionalisme kerja ini kita akan mengklasifikasikan menjadi dua pengertian yang berbeda tapi saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
                 Seorang profesional adalah orang yang menyadari betul arah kemana ia menjurus, mengapa ia menempuh jalan itu, dan bagaimana caranya ia harus menuju sasarannya. Ia menyenangi pekerjaannya karena ia bisa mengerjakannya dengan baik. Ia mengerjakannya dengan baik oleh karena ia menyenangi pekerjaan itu. Seorang profesional adalah seorang yang senantiasa siap siaga dengan gagasan bila diperlukan, ditambah dengan selusin gagasan lainnya sekalipun tidak ada orang yang meminta dari padanya. Ia adalah seorang yang mau bekerja keras untuk mencapai tujuannya, dan tetap juga tidak kehilangan semangat kerja keras itu dalam tugasnya.
                Seorang professional adalah seseorang yang gairah kerjanya sangat mengagumkan. Ia adalah seorang yang realistis, yang menyadari kemungkinannya membuat kesalahan. Akan tetapi ia cukup bijaksana pula untuk tidak membuat kesalahan yang sama sampai dua kali.
               Seorang profesional adalah orang yang cukup jujur mengakui kegagalannya, tetapi juga mampu mengatasi rasa putus asanya, dan cukup tabah untuk mencoba lagi usahanya sampai berulang kali. Ia memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang penting dan mana yang tidak penting. Akan tetapi cukup bijaksana untuk menanggulangi segala kesulitan yang timbul.
                 Seorang profesional adalah seorang tukang khayal. Sekalipun angan-angannya melambung tinggi, tetapi kakinya harus tetap berpijak di atas tanah. 
Ia memperhatikan sampai soal-soal yang kecil, akan tetapi menolak soal-soal kecil itu mempengaruhi pikirannya sehingga menjadi cemas. Ia tahu caranya memimpin tanpa bertindak sebagai diktator, tetapi tahu pula mengikuti tanpa kehilangan kewibawaannya. Pada saat ia memimpin, ia memperkembangkan bibit-bibit kepemimpinan kepada bawahannya; sedangkan pada saat ia bekerja, ia memperlihatkan contoh bekerja yang baik bagi bawahannya. Ia tidak menunggu sampai ada orang lain mendorong dia melakukan sesuatu, sebab ia tahu mengambil prakarsa sendiri.
                Seorang profesional itu penuh daya cipta, tetapi tidak eksentrik. Ia berani mencoba sesuatu, tetapi tidak pula sembrono. Ia mengabdikan diri penuh, tetapi tidak pula fanatik, seorang profesional adalah seorang yang senantiasa merampungkan pekerjaannya sampai berhasil.

Ciri-ciri Profesionalime yang harus dimiliki oleh seorang IT berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

1.      Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT.Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan ITnya ke dalam pekerjaannya.
2.      Memiliki ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
3.      Bekerja di bawah disiplin kerja
4.      Mampu melakukan pendekatan disipliner
5.      Mampu bekerja sama
6.      Cepat tanggap terhadap masalah client.


Selasa, 28 Maret 2017

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER



            Interaksi manusia dan komputer adalah rangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan
Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :


1.      Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.

2.      Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.

3.      Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.


            Terdapa beberapa panca indera yang digunakan dalam interaksi iniyaitu : Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara.  Sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya - rona, briteness, kontras - telinga mampu penginderaan array yang luas dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan, dan pitch. Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, atau gagasan abstrak. Paling sering, suara-sebagai-informasi ada sebagai pidato atau musik, dan memang ini akan terus di Internet. Audio konten juga umumnya dihasilkan oleh mesin untuk menyampaikan informasi, dan penggunaan ini juga akan terus di Internet.

                Dan untuk media yang digunakan dalam interaksi manusia dan komputer juga terbagi menjadi dua bagian. Antara lain :

1.      Media Tekstual
Adalah ”bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik”. Salah satu contoh antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalah readln dan writeln.

2.      Media GUI (Graphical User Interface)
Adalah ”bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif”. Contoh antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi dan lain-lain).

            Tujuan dari adanya interaksi ini tak lain ialah untukita memudahkan kita dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dan membuat waktu pengerjaan relatif singkat dengan biaya yang sedikit dalam membuat suatu pekerjaan.

sumber : http://www.noisebetweenstations.com/personal/essays/au

Sabtu, 05 November 2016

review buku Manajemen Proyek (konsep dan implementasi)


PENDAHULUAN
                Managemen proyek adalah dimana sebuah pekerjaan yang sudah kita tancang dan kita rencanakan sedemikian rupa agar dapat di bedakan dengan pekerjaan biasa. Maka dari itu kita harus tepat dalam penerapan suatu proyek dan kita juga harus memahami bagaimana manajemen proyek yang benar.

PEMBAHASAN
·         Siklus Hidup Proyek
                Konsep dari siklus hidup proyek seperti inisiasi proyek yaitu dimana bagaimana awal mula ide dari proyek itu muncul. Dalam sebuah siklus hidup proyek juga memiliki tahapan dalam pengerjaanya.  Pertama yang harus di lakukan yaitu riset dan pengembangan, pembuatan desain, pengenalan ke pasar, pertumbuhan, matang, penurunan sampai produk tersebut sampai tahap mati (selesai).

·         Organisasi Proyek
                Dalam organisasi proyek kita harus membuat suatu struktur organisasi yang dibedakan dari setiap pekerjaan dan keahlian. Dengan cara mengelompokan sesuai keahlian maka pekerjaan suatu proyek akan menjadi lebih efisien. Langkah ini membuat individu yang di khususkan di suatu bagian akan lebih fokus untuk menyelesaikan bagiannya dengan teliti dan benar. Hal ini juga mengurangi atau meminimalisir terjadinya sebuah kesalahan yang akan timbul pada suatu bagian.

·         Tim Proyek
                Tim Proyek adalah sebuah kelompok yang bertada dalam suatu proyek yang kemudian menjadi sebuah satu kesatuan. Dalam tim proyek harus ada satu orang yang memimpin untuk mengatur jalannya proyek tersebut, tim proyek juga harus memiliki pemimpin proyek yang memiliki peran sebagai integrator,komunikator, pembuat keputusan, dan agen perubah.

PENUTUP
                Daalam suatu proyek kita harus mengikuti aturan dan urutan menjalankan sebuah proyek dengan benar. Agar proyek yang kita jalankan selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan dan tepat waktu tentunya. Hal ini untuk menghidari terjadinya kelebihan biaya dan neminimalisir terjadinya kesalahan dalam menjalankan proyek.